Translate

Selasa, Februari 21, 2012

17. Sabbasava Sutta = penghentian dari pada dukkha


17.  Sabbasava Sutta = penghentian dari pada dukkha

Tempat : Jetavana, Savatthi
LB : SB menerangkan kepada para Bhikkhu dgn kehendak sendiri ttg penghentian dukkha
Inti : SB menerangkan kpd B. cara penghentian dukkha dgn melihat, pengendalian diri, penggunaan, penahanan, penghindaran, penghapusan & pengembangan.
A.    Dukkha dpt dihilangkan dgn melihat (Dasana), artinya dukkha dpt terhenti pd diri seseorg yg mengerti & melihat, bila seseorang tdk memperhatikan dgn benar maka akan timbul dukkha baru & bertambah dukkha yg telah ada.
Hal-hal yg perlu dimengerti :
a.       4 kebenaran mulia.
b.      Majjhima patipada
Hal-hal yg tdk perlu dimengerti :
a.       Bahaya dr hawa nafsu
b.      Keakuan diri
c.       Ketdk tahuan thdp Dhamma
B.     Dukkha dpt dihentikan dgn pengendalian diri (samvara), artinya seorg B. berpikir dgn bijaksana mengendalikan panca inderanya
C.    Dukkha dpt dihentikan dgn penggunaan (patisevana), artinya seorg siswa berpikir dgn bijaksana bahwa menggunakan kebutuhan pokok sebagai penunjang dlm menjalani kehidupan suci
D.    Dukkha dpt dihentikan dgn penahanan (abhivasana), artinya seorg siswa berpikir dgn bijaksana menahan segala sesuatu yg tdk diinginkan terjadi dlm kehidupan luhur.
E.     Dukkha dpt dihentikan dgn penghindaran (parivajjana), artinya seorg siswa berpikir dgn bijaksana dpt menghindari sesuatu yg menghalangi dlm menjalani kehidupan luhurnya.
F.     Dukkha dpt dihentikan dgn penghapusan (vinadana),artinya seorg siswa berpikir dgn bijaksana & memusnahkan pikiran2 yg penuh dgn nafsu.
G.    Dukkha dpt dihentikan dgn pengembangan (Bhavana), artinya seorg siswa berpikir dgn bijaksana mengembangkan satta-sambojjhanga (7 faktor penerangan agung)
a.       Sati sambojjhanga = perhatian sbg faktor penerangan agung.
b.      Dhammavicaya S. = menyelidiki dhamma sbg faktor penerangan agung
c.       Viriya S. = semangat sbg faktor penerangan agung
d.      Piti S. = kegiuran sbg faktor penerangan agung
e.       Passaddhi S. = ketenangan sbg faktor penerangan agung
f.       Samadhi S. = konsentrasi sbg faktor penerangan agung
g.      Upekkha S. = keseimbangan batin sbg faktor penerangan agung

18.  Dhammadayada Sutta = pewaris dhamma
Tempat : Jetavana, savathi
LB : SB mengajarkan agar pr siswa menjadi pewaris dlm dhamma (dhammadayada) & bkn pewaris dlm materi (amisadayada)
Dhamma sbg pewaris (berjalan sesuai dgn pendahulu/gocara)
Berlindung pd diri sendiri (melaksanakan 4 nupasana = tubuh-kaya, perasaan-vedana, pencerapan-sanna, bentuk2 pikiran-formasi mental.
Inti : B. Sariputta mengajarkan tentang :
  1. B. yg hdp sbg pertapa tdk melatih diri dlm ketenangan (viveka)
  2. B. yg hdp sbg pertapa melatih diri dlm ketenangan
Tiga hal yg perlu dikritik :
  1. sbg pertapa ia tdk melatih diri u/ tenang
  2. tdk meninggalkan apa yg hrs diajarkan guru u/ ditinggalkan
  3. ia sibuk, tdk hati2, sering berbuat salah & tdk menyukai ketenangan.
Tiga hal yg hrs dipuji :
1.      sbg pertapa ia melatih diri u/ tenang
2.      ia meninggalkan apa yg diajarkan guru u/ ditinggalkan
3.      ia tdk sibuk, hati2, tdk berbuat salah & menyukai ketenangan
pelenyapan kejahatan dgn jalan tengah akan menghasilkan ketenangan (upasamaya), kemampuan batin (abhinnaya), penerangan (sambodhaya) & nibbana.
Majjhimapatipada / jalan tengah (jalan mulia berunsur delapan) :
  1. samma ditthi – pandangan benar
  2. samma sankappa – pikiran benar
  3. samma vaca – ucapan benar
  4. samma kammanta – perbuatan benar
  5. samma ajiva – penghidupan benar
  6. samma vayama – ucapan benar
  7. samma sati – perhatian benar
  8. samma samadhi – pemusatan benar

19.  Anagana Sutta = kekotoran batin yg diumpamakan spt bukit
Tempat : Jetavana
LB : B. Sariputta membabarkan ttg 4 jenis orang
Inti : 4 jenis org tsb adalah :
  1. org yg mempunyai kekotoran batin ttp tdk menyadarinya
  2. org yg mempunyai kekotoran batin dan menyadari keberadaannya
  3. org yg tdk mempunyai kekotoran batin dan tdk mengetahuinya
  4. org yg tdk mempunyai kekotoran batin dan mengetahuinya dgn benar
orang yg mengetahui keadaan batinnya disebabkan oleh nafsu, kebencian & kedunguan serta batinnya tercemari
orang yg mengetahui keadaan batinnya disebabkan berusaha melenyapkan nafsu, kebencian, & kedunguan serta batinnya tdk tercemari nafsu.
Keinginan B. yg muncul secara salah disertai dgn kemarahan & ketdk puasan disebut Anangana, contohnya :
  1. mengaharapkan B. tdk mengetahui kesalahannya
  2. mengharapkan agar B. menggugat apatti scr pribadi
  3. mengharapkan agar B. yg setara menggugat kesalahannya
  4. mengharapkan Buddha bertanya hanya kpdnya sblm membabarkan Dhamma
  5. mengharapkan hanya dirinya yg menerima nisidana (kain duduk)
  6. mengharapkan hanya dirinya yg membabarkan dhamma kpd para Bhikkhu
  7. mengharapkan hanya dirinya yg menerima persembahan
  8. mengharapkan persanjungan dr perumah tangga
  9. suka merendahkan org lain atau teman sepenghidupan luhur
  10. batinnya diliputi keragu-raguan
  11. tdk membangkitkan penyadaran jeli
pahala dari pelaksanaan Nupasana / pengembangan 4 perhatian :
  1. memperoleh jhana2
  2. Pubbenivasanusatinana ( kemampuan u/ melihat kehidupan2 masa lampau).
  3. Dibbacakkhu (kemampuan u/ melihat kehidupan & kematian)
  4. Asavakkhayanana (kemampuan u/ melenyapkan kekotoran batin)

20.  Salekkha Sutta = pemusnahan pandangan ttg “Atta Ditthi” (Brahmajala Sutta)
Tempat : Jetavana, Taman milik Anathapindika, Savatthi
LB :     berkenaan dgn pemusnahan pandagan ttg “Atta Ditthi” & loka ditthi (pandangan ttg adanya jiwa & dunia/tubuh) atas pertanyaan Bhikkhu Mahacunda kpd SB
Inti : SB menerangkan muncul, dasar & pelaksanaan dgn melihat sebagaimana adanya dgn pengertiann yg benar “ini bukan milikku, ini bukan jiwaku”.
Ariya Dhamma :
1.      bebas dari nafsu
2.      bebas dari Dhamma yg tdk berguna contoh congkak, marah, dendam
3.      mencapai jhana
pemusnahan yg efektif dlm :
  1. org lain kejam, kita tdk kejam
  2. org lain iri hati, kita tdk iri hati
  3. org lain berucap salah, kita berucap benar
  4. org lain berpikir salah, kita berpikir benar
  5. org lain serakah, kita tdk serakah
  6. org lain pemarah, kita penyabar
  7. org lain tdk hati2, kita hati2
  8. org lain malas, kita semangat

21.  Mahadukkhakkhanda Sutta
Tempat : Jetavana, taman milik Anathapindika
LB : berkenaan dgn pandangan dari pertapa pengembara sekte lain bhw ajarannya = dhamma ajaran SB
Inti : SB menjelaskan kpd para B. yg membedakan Dhamma dgn ajaran pengembara sekte lain :
1.      nafsu indera, bahaya dari nafsu indera, jln keluar dari nafsu indera
2.      jasmani, bahaya dari jasmani & jln keluar dari jasmani
3.      perasaan, bahaya dari perasaaan & jln keluar dari perasaan
      Lima pengikat nafsu :
1.      jamani yg diinginkan, disukai & dilihat oleh mata
2.      suara yg diinginkan, disukai & didengar oleh telinga
3.      bau yg diinginkan, disukai & dicium oleh hidung
4.      rasa yg diinginkan, disukai & dikecap oleh lidah
5.      sentuhan yg diinginkan, disukai & dirasa oleh tubuh
Bahaya dari nafsu indera :
1.      para perumah tangga menempuh mata pencaharian dgn penuh kesukaran, melawan hawa nafsu, panas dll
2.      usaha yg tak membawa hasil timbul kekecewaan
3.      bila berhasil terkadang timbul kekawatiran
4.      apabila hartanya diancam bahaya akan menderita
Jalan keluar à menghilangkan & melenyapkan keinginan nafsu indera
Jasmani à kegembiraan & kenikmatan yg muncul dari keampanan
Bahaya jasmani à mengalami usia tua, bongkok, rambut putih, menderita krn kesakitan, mengalami kematian dll
Jalan keluar à menghilangkan & melenyapkan keinginan nafsu u/ jasmani
Perasaan à bebas dari nafsu indera, bebas dari dhamma yg tak bermanfaat & berdiam dlm jhana
Bahaya perasaan à tdk kekal, tak dpt tepisahkan dari perubahan
Jalan keluar à menghilangkan & melenyapkan nafsu indera pd perasaan

22.  Vatthupama Sutta
Tempat : Jetavana, Savathi
LB :
v  SB memberikan nasehat kepada para bhikkhu dengan perumpamaan kain yang bernoda miskipun dicelup warnanya tak akan bersih begitu juga batin yang terkotori dan bernoda akan membawa kelahiran kembali pada alam penderitaan
v  Sebaliknya pikiran yang tak terkotori atau ternoda akan membawa pada kelahiran yang menyenangkan bagaikan kain yang bersih dan terang setelah dicelup akan menjadi cemerlang.
SB menguraikan ketidaksempurnaan yang mengotori moral :
1.      Keserakahan
2.      Keinginan jahat
3.      Kemarahan
4.      Kekikiran
5.      Kesombongan
6.      Kecurangan
7.      Penipuan
8.      Kelalaian
9.      Pemabukan
10.  Penghinaan
11.  Tebal muka
12.  Keirihatian
Cara menghilangkan noda batin :
1.      pengembangan 4 apamana
2.      rajin/bersemangat dlm mengembangkan kewaspadaan
3.      melatih ketenangan/samatha
4.      melaksanakan meditasi/vipassana

23.  Vanapattha Sutta (M.I.II.17)
Tempat : Vihara Jetavana
LB : SB menguraikan kepada para bhikkhu tentang berdiam  di hutan belukar. SB menguraikan 4 dasar pertimbangan untuk berdiam disuatu tempat (pedusunan/gama, kota/nigama, ibukota/nagara, daerah/janapada).
1.      Seorang bhikkhu yang tinggal di hutan ttp penyadaran jeli tdk terbangkitkan, batinnya tdk terpusat, noda batin tdk terlenyapkan, serta kemelekatan tdk dapat ditanggalkan, empat kebutuhan pokok sukar diperoleh maka hendaknya meninggalkan hutan tersebut.
2.      2. Seorang bhikkhu yang tinggal di hutan ttp penyadaran jeli tdk terbangkitkan, batinnya tdk terpusat, noda batin tdk terlenyapkan, serta kemelekatan tdk dapat ditanggalkan, empat kebutuhan pokok mudah diperoleh maka hendaknya meninggalkan hutan tersebut
3.      Seorang bhikkhu yang tinggal di hutan ttp penyadaran jeli  terbangkitkan, batinnya  terpusat, noda batin  terlenyapkan, serta kemelekatan  dapat ditanggalkan, empat kebutuhan pokok sulit  diperoleh maka hendaknya tinggal di hutan tersebut.
4.      Seorang bhikkhu yang tinggal di hutan ttp penyadaran jeli  terbangkitkan, batinnya  terpusat, noda batin  terlenyapkan, serta kemelekatan  dapat ditanggalkan, empat kebutuhan pokok mudah  diperoleh maka hendaknya tinggal di hutan tersebut.
SB juga menjelaskan seorang siswa yang berdiam dengan teman sepenghidupan luhur, ttp tak memperoleh kemajuan dlm dhamma hendaknya meninggalkan orang tersebut. Peningkatan batin sebagai dasar pertimbangan untuk berdiam di suatu tempat bukan pemenuhan kebutuhan hidup.
Sebaiknya seseorang tdk melakukan perbuatan jahat, krn di kemudian hari perbuatan itu akan menyiksa dirinya. Lebih baik seseorang melakukan perbuatan baik, krn setelah melakukanya ia tdk akan menyesal (Dhp.XXII.314).

24.  Alagaddupama Sutta
Tempat : Jetavana, Savatthi
LB : berkenaan dgn pandangan sesat yg dimiliki oleh B.Arittha bhw ajaran SB berkenaan dgn kesenangan indrawi / pemuasan nafsu tdk membahayakan pelakunya. Orang tua B.Arittha pembunuh gagak
Intinya :
Ø    SB membabarkan ttg org2 yg belajar dhamma scr salah diumpamakan spt org menangkap ular yg berbisa dgn cara yg salah
Dhamma yg dipelajari & dipraktekkan scr benar akan memberikan manfaat yg besar ibarat org yg menangkap ular dgn cara yg benar
Dhamma Have Rakkhati Dhamma Cariç = Dhamma akan melindungi bagi org yg mempraktekkannya
Ø    SB memberikan perumpamaan bhw dhamma / ajaran diibaratkan rakit u/ menyeberang bkn u/ dilekati
Ibarat org yg menyeberang sungai dgn mempergunakan rakit begitu sampai ditepi tdk perlu membawa & memikul rakit ke mana2. dhamma ajaran SB berguna u/ membebaskan diri bkn u/ dilekati
Ø  SB membabarkan ttg 6 dasar pandangan :
1.pandangan ttg rupakhanda (jasmani)
2.pandangan ttg vedana (perasaan)
3.pandangan ttg sankhara (corak batiniah)
4.pandangan ttg sanna (ingatan)
5.pandangan ttg aramana (objek2 di luar diri)
6.pandangan ttg atta yg bkn sbg milikku, bkn diriku, bkn aku.
Ø  SB mengajarkan kpd para B. bhw 5 kelompok kehidupan adalah tdk kekal & merupakan penderitaan
Ø  SB mengajarkan ttg pemadaman penderitaan

25.  Mahasihananda Sutta (M.I.II.12) = khotbah yg diberikan oleh SB blm pernah mendengar & bisa menggetarkan hati/batin sehingga merindingkan bulu roma.
Judul khotbah ini Lomahaçsanapariyaya (uraian dhamma yg dpt mendirikan bulu roma / bulu bergidik)
Tempat : hutan kecil (sebelah barat dari kota Vesali).
LB  : berkenaan dengan Sunakkatha Lichaviputta yang menghina SB yang baru saja meninggalkan Dharma dan Vinaya dan dia berpandangan salah. Namun sebenarnya hinaan itu merupakan suatu pujian bagi SB
Sariputra thera yang berpindapata mendengar ucapan Sunakkhata “Pertapa Gautama tdk memiliki kekuatan adi insani, pengetahuan dan pandangan yang pantas bagi aryawan pembabaran Dhamma-Nya hanya didasarkan pada perenungan, penalaran, serta pemikirannya kendatipun ini mungkin membawa pada pembebasan dari penderitaan bagi siswa yang mengikutinya”
Pernyataan itu tdk dpt menjatuhkan SB krn :
  1. SB Maha Suci, yg telah mencapai penerangan sempurna
  2. mempunyai Maha Iddhi (kemampuan batin)
  3. mempunyai Dibba Sota yg suci
  4. mempunyai kemampuan mengetahui pikiran org lain
Berkenaan dengan hal tersebut SB kemudian membabarkan tentang 10 kekuatan (Dasa Sila) yang dimilikinya yaitu :
  1. Sang Tathagata mengetahui kemungkinan & tdk kemungkinan spt 2 kemungkinan yg dimiliki oleh kehidupan maha purisa akan menjadi SB atau raja diraja, tdk mungkin
  2. Sang Tathagata mengetahui matangnya kamma spt ttg pertapa Korakatiya meninggal dgn penyakit epilepsi
  3. kekuatan dlm pengetahuan ttg jalan menuju alam2 kehidupan spt org yg memiliki loba akan terlahir di alam setan
  4. kekuatan dlm pengetahuan ttg pelbagai unsur. Tedapat didlm Vijaya Sutta
  5. kekuatan dlm pengetahuan ttg kecendrungan makhluk hidup
  6. kekuatan dlm kekenduran & kekuatan batin
  7. kekuatan mengenai cara membersihkan noda batin & munculnya jhana. Terdapat di dlm Vatthupama Sutta, Samanapala S, Dhammacetiya S
  8. kemampuan dlm mengingat kehidupan masa lampau
  9. kemampuan Dibba Cakkhu. Ada 3 mata yaitu : mata daging, mata dewa, mata bijaksana (menurut Sakkhu S)
  10. kemampuan ttg pelenyapan noda batin
Akibat dari sepuluh kekuatan Tathagata:
  1. menjadi pemimpin dari semua pemimpin
  2. meraungkan raungan singa di depan banyak org
  3. memutarkan roda dhamma : Dhamma bersifat keluhuran, keuniversalan, Dhamma ini sudah ada & diputar kembali
Empat integritas/ketangguhan diri (Cattaro Vesarajja):
  1. kebenaran yg telah ditembus sebenarnya blm tertembus
  2. noda2 batin yg telah dilenyapkan ttp sebenarnya blm dilenyapkan
  3. sesuatu yg dikatakan berbahaya ttp sebenarnya tdk berbahaya (bersifat konstruktif)
  4. pembabaran dhamma tdk langsung membawa pd pelenyapan penderitaan
Delapan kelompok masyarakat :
  1. bangsawan
  2. brahmana
  3. perumah tangga
  4. pertapa/samana
  5. dewa tingkat Catumaharajika
  6. dewa tingkat Tavatimsa
  7. mara
  8. brahma
Empat cara kelahiran :
  1. kelahiran melalui telur
  2. kelahiran melalui kandungan
  3. kelahiran melalui kelembaban
  4. kelahiran melalui spontan
SB menerangkan 5 alam jurusan :
  1. neraka (niraya)
  2. binatang (tiracchana)
  3. setan (peta)
  4. manusia (manussa)
  5. dewata (dewa)
Empat praktek hidup yg pernah dijalani SB:
  1. kebertapaan (paramatapa) : berpuasa, telanjang, tidur diatas duri
  2. penodaan (paramalukha) : melumuri tubuh dgn debu, mandi setahun sekali
  3. kejijikan dgn kejahatan (paramajegucchi) : selalu bergerak dgn hati2
  4. pengasingan (parama pavivitta) bersembunyi di hutan
Persepsi dari para pertapa & brahmana yg salah :
  1. kesucian diperoleh dari makanan
  2. kesucian diperoleh dgn pengembaraan dlm samsara
  3. kesucian diperoleh dgn pengorbanan makhluk hidup
  4. kesucian diperoleh dgn pemujaan api

26.  Mahagosinga Sutta
Tempat : di hutan Sala Gosinga
LB :  berkenaan dgn pertanyaan B.Sariputta kpd para Bhikkhu Thera ttg cara memberikan penghargaan thdp hutan pohon Sala Gosinga yg sgt menyenangkan, malam hari disinari bulan, pohon2 sala semua bermekaran, semerbak & wanginya seakan2 memancarkan aroma surgawi
Inti : SB menegaskan kpd B.Sariputta ttg bgm cara memberikan penghargaan thd hutan pohon Sala Gosinga spt yg telah disampaikan oleh B.2 Thera atas permintaan B.Sariputta
1.      Dhamma yg byk dipelajari, diingatnya dirangkum scr lisan dijaga dgn pikiran diserapi dgn baik oleh pandangan benar, mengajar Dhamma kpd 4 kelompok org dgn ungkapan2 & suku2 kata yg lengkap & tdk meragukan bagi lenyapnya kecenderungan2 (anusaya) yg laten
2.      sorg B. yg berbahagia dlm pengasingan diri merasa bahagia dlm pengasingan diri & mengabdikan diri dlm ketenangan pikiran, tdk melalaikan jhana, memiliki pandangan terang & sering menyepi di pondok2 meditasi
3.      seorg B. mengamati alam semesta dgn mata dewa (dibbacakkhu) yg suci & melampaui kemampuan mata org biasa
4.      seorg B. yg sendirian berdiam di hutan & menghargai kediaman, makan dgn pindapata & menghargai makanan dr pindapata, mengenakan jubah dr kain bekas pembungkus mayat & menghargai pemakaian civara (jubah) memiliki & menghargai pemilikan, keinginan yg sedikit, selalu puas & menghargai kepuasan tenang & menghargai ketenangan tdk terlihat dlm keramaian & menghargainya, bersemangat dan menghargai semangat, memiliki & menghargai kesempurnaan sila, sempurna samadhi & menghargai kesempurnaan samadhi, sempurna kebijaksanaan (panna) & menghargai kesempurnaan kebijaksanaan, sempurna kesucian & menhargai kesempurnaan kesucian, pengetahuannya (nana) & penglihatannya (dassana), menghargai kesempurnaan kesucian, pengetahuan & penglihatan
5.      dua org B. yg terlibat dlm pembicaraan ttg abhidhamma, & mereka saling bertanya satu sama lain, masing2 yg ditanya oleh yg lainnya tanpa merasa dipojokkan & pembicaraan mereka berlanjut sesuai dgn dhamma
6.      seorg B. yg berkuasa atas pikirannya sendiri tdk membiarkan pikiran berkuasa atas dirinya, menghayati di pagi hari tentang apa yg ingin dihayati di pagi hari, menghayati ttg apa yg ingin dihayati di pagi hari, menghayati ttg apa yg ingin dihayati di sore hari.
7.      seorg B. yg kembali dr pindapata & selesai makan, duduk & melipat kakinya bersilang mengembarakan perhatiaan (sati) dirinya & bertekat bahwa saya tdk akan berhenti sampai pikiran sy terbebas dari noda2 batin (asava) krn timbulnya pengetahuan (nana).

27.  Maha Gopalaka Sutta
Tempat : Jetavana
LB : SB menerangkan ajaran perbandingan antara kesempurnaan pengembala sapi dengan kesempurnaan bagi para Bhikkhu.
Inti :
1.      tahu bentuk
2.      tahu sifat (memiliki kecendrungan yg berbeda).
3.      menyingkirkan telur lengau (lalat besar/momo)
4.      menutup luka
5.      meniup asap
6.      tahu pelabuhan/sungai (tempat menyeberang sungai)
7.      tahu air minum
8.      tahu jalan
9.      tahu padang rumput
10.  tdk memeras susu hingga habis
11.  menghormati pemimpin sapi
Perbandingannya dengan kesempurnaan seorang Bhikkhu:
1)      mengetahui rupa sebagai unsur dasariah & merenungkannya
2)      tahu sifat org bijak & org sesat
3)      mengikis pikiran yg jahat
4)      mengendalikan indera
5)      mengajarkan dhamma scr terinci
6)      mengunjungi B. yg senior u/ menerima nasehat
7)      tahu makna dhamma yg dibabarkan SB.
8)      Tahu satu jln beruas 8
9)      Tahu 4 landasan penyadaran jeli (kaya,vedana,sanna, dhamma)
10)  Tahu batas dlm mempergunakan kebutuhan pokok
11)  Menghormati B. sesepuh yg menjadi pemuka dlm sangha.
Seorang B. yg mempunyai 11 kesempurnaan:
1.      menambah pengetahuannya & disiplin
2.      B. yg terhormat
3.      mempunyai kata² yg bijaksana


28.  Vammika Sutta
Tempat : Jetavana, Savathi
LB : berkenaan dgn pernyataan sesosok dewa berkulit cemerlang bhw sarang semut berasap di mlm hr & terbakar di siang hari. Perbincangan dr Maha Kassapa dgn dewa berkulit cemerlang.
Inti : B.Maha Kassapa  menanyakan kpd SB. Tentang :
1.      sarang semut
2.      berasap di mlm hari
3.      terbakar di siang hari
4.      orang pandai
5.      alat
6.      menggali
7.      katak
8.      jln kecil yg bercabang
9.      saringan
10.  kura-kura
11.  rumah jagal (besar)
12.  sepotong daging
13.  ular kobra
14.  Brahmana
Makna:
1.      tubuh yg terbentuk dr 4 unsur besar
2.      nerenungkan hal2 yg terjadi di siang hr
3.      merefleksikan badan, ucapan, pikiran sepanjang mlm
4.      pertapa yg menjadi pemula
5.      kebijaksanaan
6.      energi (samvara=pengendalian diri)
7.      kemarahan
8.      kebingungan
9.      5 rintangan
10.  5 kelompok kemelekatan
11.  5 kesenangan indera
12.  nafsu kesenangan indera
13.  pertapa yg bebas dr samyojana
14.  SB

29.  Abhyaraja Kumara Sutta
Tempat : Veluvana, Kalandakanivapa, Rajagaha
LB : Nigantha mengutus pangeran Abhaya agar bertanya dengan SB dgn mengajukan pertanyaan bertanduk.
Intinya : SB menjelaskan ttg 6 ucapan & 2 jenis perkataan dari SB
6 Ucapan itu adalah:
1.      ucapan yg bkn mewakili apa adanya, tdk sesuai dgn kebenaran, tdk berhubungan dgn kebaikan, ucapan itu tdk disenangi & disetujui oleh org lain à tdk diucapkan oleh SB
2.      ucapan yg mewakili apa adanya, sesuai dgn kebenaran, kenyataan, tdk berhubungan dgn kebaikan, tdk disenangi & disetujui oleh org lain à tdk diucapkan oleh SB
3.      ucapan yg mewakili apa adanya, sesuai dgn kenyataan, berhubungan dgn kebaikan, ucapan itu tdk disenangi & disetujui oleh org lain à DIUCAPKAN OLEH SB
4.      ucapan yg bkn mewakili keadaannya, tdk sesuai dgn kenyataannya, tdk berhubungan dgn kebaikan, ucapan itu disenangi & disetujui oleh org lain à tdk diucapkan oleh SB
5.      ucapan yg mewakili keadaannya, sesuai dgn kenyataan, tdk berhubungan dgn kebaikan, ucapan itu disenangi & disetujui oleh org lain à tdk diucapkan oleh SB
ucapan yg mewakili apa adanya, tdk sesuai dgn realita, berhubungan dgn kebaikan, ucapan itu disenangi & disetujui oleh org lain à DIUCAPKAN OLEH SB dgn waktu yg tepat

30.  Nivapa Sutta
Tempat : Jetavana
LB : SB memberikan wejangan kpd pr B. ttg samana yg terperangkap dlm cengkraman mara & sebaliknya
Inti : SB menguraikan ttg 3 jenis pertapa/samana Brahmana yg terperangkap mara & satu jenis yg tdk terperangkap
Mara diumpamakan spt umpan, mara yg dimaksudkan adalah 5 kesenangan indera, yaitu:
1.      kesenangan sentuhan/jsamani
2.      kesenangan hidung
3.      kesenangan mata
4.      kesenangan telinga
5.      kesenangan lidah
sati ada 5, yaitu:
1.      sati
2.      viriya
3.      sila
4.      khanti
5.      indria
Tiga jenis yg terperangkap dlm cengkraman mara:
1.      pertapa & brahmana yg melekat pd kesenangan indrawi yg terperangkap dlm cengkraman mara diumpamakan spt sekelompok binatang yg tergiur pd umpan yg dipasang oleh pemburu
2.      pertapa & brahmana yg pada awalnya tdk tergiur pd 5 kesenangan indrawi ttg belakangan melekat/tergiur pd umpan diumpamakan spt sekelompok binatang yg pd mulanya tdk tergiur pd umpan yg dipasang oleh pemburu ttp belakangan terperangkap di dlmnya
3.      pertapa & brahmana yg tdk melekat dgn 5 kesenangan indrawi ttp memegang pandangan sesat, diumpamakan spt sekelompok binatang yg tdk tergiur pd umpan yg dipasang oleh pemburu ttp terjerat/terkurung di dlm alat perangkap pemburu.
Jenis pertapa yg tdk terperangkap:
Pertapa & brahmana yg tdk melekat pd 5 kesenangan indrawi tdk memegang pandangan sesat & tdk lengah diumpamakan seperti sekelompok binatang yg tdk tergiur pd umpan yg dipasang oleh pemburu & tdk terperangkap dlm alat perangkap binatang.
            SB jg menjelaskan Rupa-Jhana & Arupa-Jhana

31.  Culla Salopama Sutta
Tempat: Bukit Gijjhaguta, di kota Rajagaha
LB: Berkenaan dgn Brahmana Pingalakaccha yg memiliki pandangan bhw pertapa2 pengembala sekte lain (Puranakassapa, Makali Gosala, Negantha-Nataputta, Pagoda-Paccayana, Sanjaya-Belataputta) mempunyai pengetahuan, cara menjalani kehidupan yg sama dgn SB.
Inti: SB. Menjelaskan ttg pembebasan batiniah yg tak berjangkit kembali yg diumpamakan gale kayu
Perumpamaan : Lokiya/berjangkit/pembebasan batiniah yg berjangkit.
1.      persembahan, persanjungan dan kemasyuran diibaratkan seperti ranting pohon naan dlm serta dedaunan.
2.      kesempurnaan dlm sila diibaratkan seperti kerak kayu.
3.      kesempurnaan dlm pemusatan diibaratkan seperti kulit kayu.
4.      kesempuratanaan dlm pandangan dan pengetahuan diibaratkan seperti batang kayu.
5.      pembebasan batin yang tak berjangkit kembali (akuppacetovimutti) dirinya seorang yang melepaskan asawa + samyojana dan mencapai arahat.

32.  Bahu Vedaniya Sutta
Tempat:Taman Anathapindika, Javati, Jetavanarama
LB : berkenaan dgn pertanyaan tukang kayu yg bernama  “Pancakanga” ttg banyak macam perasaan yg dinyatakan SB.
Inti:
1.      B.Udayi menjelaskan 3 jenis perasaan (perasaan yg menyenangkan, menyedihkan, yg bkn menyenangkan pun yg bukan menyenangkan) sedangkan tukang kayu Panchakhanga mendengar uraian khotbah SB bhw perasaan ada 2 macam (perasaan yg menyenangkan, menyedihkan)
2.      SB menguraikan ttg perasaan kpd B.Ananda disesuaikan dgn kemampuan para siswa sehingga dlm bentuk penyajian yg berbeda.
3.      SB menjelaskan ttg 5 ikatan nafsu indera
Kesenangan & kegiuran yg muncul tergantung pd 5 dr pd nafsu indra. SB juga menjelaskan kesenangan & kegiuran yg dialami makhluk scr bertingkat/kualitasnya.
1.      berdiam dlm kesenangan
2.      berdiam dlm pathama jhana
3.      berdiam dlm dutiyajhana
4.      berdiam dlm tatiyajhana
5.      berdiam dlm catutajhana
6.      berdiam dlm panchamajhana
7.      berdiam dlm keadaan dr konsepsi ruang tanpa batas
8.      berdiam dlm keadaan kesadaran tanpa batas
9.      berdiam dlm keadaan dr konsepsi kekosongan
10.  berdiam dlm keadaan bkn pencerapan pun bkn bkn pencerapan.

33.  Maha Tanha Sankhaya
Tempat: Jetavana, Savatthi
LB: Bhikkhu Sati Kevattaputta memiliki pandangan jahat/salah menginterprestasikan bahwa kesadaran (viññana) yang sama berpindah-pindah dlm lingkaran kehidupan ini.
Inti:          
Ø  SB menjelaskan bahwa kesadaran muncul atau timbul krn adanya sebab, dan apabila tanpa kondisi maka kesadaran tdk akan muncul (ada).
Ø  SB menjelaskan tentang perwujudan (sesuatu yang ada dan menjadi) muncul dan padam krn makanan.
Ø  3 Sebab Terjadinya Suatu Kelahiran
EMPAT JENIS SARI MAKANAN UNTUK MENJAGA KELESTARIAN MAKHLUK HIDUP, yaitu:
         Kabalinkähara (Makanan yang dapat ditelan).
         Phassähara ( makanan yang berupa KONTAK / sentuhan)
         Manosancetanähara (makanan berupa KEHENDAK pikiran untuk berbuat).
         Viññanähara (makanan yang berupa KESADARAN).
Empat jenis sari makanan ini memiliki sumber (dana), asal (samudaya), memunculkannya (jati), dan yang menjadikannya (pabhava) oleh keinginan (Tanha).
Vinnana à inti dr pd kehidupan = patisandhi vinnana
Kehendak à muncul setelah adanya ekspresi dr kontak
Kontak à berasal dr mata (6 landasan indra) & memiliki kesadaaran atas landasan indera. Gabungan dari landasan + kesadaran + objek
12 NIDANA (sebab-musabab)
  1. Avijjä (Kekotoran Batin / Kebodohan)
  2. Saékhara (Bentuk-Bentuk Karma)
  3. Viññana (Kesadaran)
  4. Namä – Rupa (Batin Jasmani)
  5. Salayatana (Enam Landasan Indera)
  6. Phassa (Kesan-Kesan)
  7. Vedäna (Perasaan)
  8. Tanha (Keinginan Rendah)
  9. Upadana (Kemelekatan)
  10. Bhäva (Penjelmaan)
  11. Jati (Kelahiran)
  12. Jara – Marana (Hari Tua, Kematian).

34.  Mahavedala Sutta
Tempat: Jetavana, milik Anathapindika, Savathi
LB: berkenaan dgn pertanyaan dgn B.Maha Kitthita ttg istilah kejiwaan (pembebasan pikiran)
Inti:B.Sariputta menjelaskan kpd B.Maha Katthita
TTG:
1.      pengertian ucapan
2.      kesadaran     tdk dpt dipisahkan
3.      perasaan      
4.      penyerapan
5.      pandangan benar
6.      makhluk
7.      jhana I
8.      lima indera
9.      proses kehidupan
10.  pembebasan pikiran
Marana adalah kalau kematian itu tlh tiba maka proses tubuh (kaya-sankhara) berhenti/diam, proses bicara (vaci-sankhara) berhenti, proses mental berhenti, kehidupan habis, panas tubuh hilang serta indera rasa.
Sanna-vedayiniroda, adalah kalau kematian itu tlh tiba maka proses tubuh (kaya-sankhara) berhenti/diam, proses bicara (vaci-sankhara) berhenti, proses mental berhenti, kehidupan tdk habis, panas tubuh tdk hilang serta indera tdk rusak.
Bentuk pembebasan:
1.      Appamana-Cetovimutti = pembebasan batin tanpa tanda (dgn metta)
2.      Akincanna-Cetovimutti = pembebasan batin keadaan kekosongan (dengan melampaui keadaan tanpa batas)
3.      Sunna-Cetovimutti = pembebasan batin kosong (dengan anatta)
4.      Animitta-Cetovimutti =  pembebasan batin tanpa tanda (pembebasan dr nafsu, kebencian, kebodohan).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

comment by facebook